P H U M A
KOPERASI PENYELENGGARA HAJI UMROH MANDIRI
Dahsyatnya Kekuatan NIAT Ketika niat umroh diikrarkan kembali, kesulitan pun pergi ( kisah inspirasi )Kekuatan NIAT mengubah hal mustahil menjadi nyata. Menunaikan Ibadah Haji dan Umroh, tentu menjadi harapan setiap muslim dan muslimah di mana pun berada. Demikianlah tepatnya pada Tahun 2022, sepasang keluarga sebut saja Keluarga Hendarwo mengajukan untuk mewujudkan impiannya ke Baitullah.
Dalam serangkaian waktu dan kegiatan, tibalah agenda keberangkatan yang didalamnya ada keluarga Hendarwo.
Agenda keberangkatan adalah bulan Juli 2022 sebagai waktu pilihan Umroh Awal Musim FITOUR RIHLAH UTAMA.
Pada bulan Juni 2022, keluarga Hendarwo menemui kami untuk pengajuan reschedule pemberangkatan dikarenakan putra tungalnya sakit dan membutuhkan perjhatian.
Tentu hal ini tidak dapat kami menolaknya sehingga reschedule dilakukan untuk keberangkatan di bulan Agustus 2022.
Waktu pun berlalu dan ketika waktu sudah semakin dekat, Pak Hendarwo menghubungi kami via telpon memohon kembali untuk reschedul ulang.
Sa'at itu kami mendengar informasi bahwa putra kesayangannya harus dilakukan tindakan transfusi darah secara rutin, pun kami tidak mengetahui kasus sakitnya karena beliau pun tidak menceritakannya (Gambar adalah ilustrasi).
Waktu berlalu.
Pemberangkatan demi pemberangkatan pun terus bergulir dan berganti.
Tiba suatu sa'at Keluarga Hendarwi menemui kami kembali :
Hendarwo : Bapak Mohon ma'af sepertinya kami harus membatalkan rencana kami untuk menunaikan ibadah umroh.
Kami menjadi pendengar terbaik dulu untuk memahami apapun yang menjadi keluh kesahnya hingga ingin membatalkan NIAT untuk menunaikan ibadah umroh yang telah dilaluinya sekian lama.
Hendarwo : Sepertinya kami membutuhkan banyak dana untuk perawatan anak kami. Jadi bolehkah kami menarik kembali dana kami yang telah kami setorkan..?
Kami hanya mengangguk - angguk merenungkan bagaimana kesulitan yang dialami oleh keluarga Hendarwo.
Menarik nafas panjang setelah mendengar cerita yang dialami oleh Bapak Hendarwo. Dan, sejenak kami merenung mencari solusi untuk memberikan layanan terbaik kami kepada semua jema'ah haji maupun umroh melalui perusahaan kami PT. FITOUR RIHLAH UTAMA.
Aku (PT. FITOUR RIHLAH UTAMA) : Bapak Izin, bolehkah menyampaikan pendapat kepada Bapak sebelum kami mengambil keputusan..?
Hendarwo : Silahkan Bapak. Kami mendengarkannya
Aku (PT. FITOUR RIHLAH UTAMA) : Terimaksih. Baiklah ini hanya sebuah pendapat. Bapak telah tercatat dan menunggu dapat menunaikan ibadah umroh / haji ini sampai lebih dari 2 tahun atau sekian banyak program pemberangkatan kami. Jika sekiranya kami menyampaikan pesan berikut apa tanggapan Bapak...?
Hendarwo dengan mimik serius untuk menanggapi pesan yang akan aku sampaikan : Ya katakan saja Pak.
Aku (PT. FITOUR RIHLAH UTAMA) : Baiklah kalau begitu. Jika sekiranya uang Bapak kami kembalikan hari ini untuk biaya pengobatan putra Bapak kira-kira mampukah sampai anak bapak kembali pulih seperti semula..?
Pak Hendarwo tersentak. Seperti tersengat listrik mendengar apa yang aku sampaikan. Lalu aku meneruskan pikiran karena TUGAS BERAT TRAVEL adalah bagaimana TRAVEL mampu meluruskan NIAT jema'ah untuk tetap pada keputusan MENUNAIKAN IBADAH HAJI DAN UMROH. Dasarnya sederhana, ketika seseorang mulai berkeinginan menunaikan haji / umroh apalagi telah memenuhi semua syarat dan ketentuan TRAVEL maka apapun yang terjadi maka NIAT itu harus tetap terjaga dan tetap LURUS dari situasi dan kondisi apapun. Inilah tugas berat TRAVEL HAJI DAN UMROH.
Aku (PT. FITOUR RIHLAH UTAMA) : Baiklah Bapak. Saya bermaksud mengajukan usul kepada Bapak. Bagaimana jika salah satu dari Bapak tetap menjalankan umroh sehingga salah satu ada yang mengawasi putra Bapak dan satunya bersujud sipuh di Baitullah memohon kesembuhan Putra Bapak
Pak Hendarwo terbelalak. Seperti kembali disadarkan akan mimpinya : Baik Bapak. Akan segera kami rundingkan dengan keluarga. Kami akan segera khabari Bapak.
Demikianlah dialog kami dan pada minggu berikutnya kami dapat telpon yang menyatakan keduanya untuk tetap berangkat ke Baitullah dengan informasi bahwa anaknya sembuh dan siap ditinggalkan ke Tanah Suci.
Puji Syukur kepada Allah SWT yang telah menguatkan hati dan pikiran untuk tetap lurus pada NIAT yang telah diikrarkan dari serangkaian ribuan rintangan dan tantangan sedemikian rupa agar NIAT gugur. Sungguh, pada hakikatnya kita tak berdaya selain kekuatan Allah SWT.
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ